album foto rajwa
ni koleksi foto terbaru rajwa,,,,,,,, silahkan buka yaa,,, click here
ni koleksi foto terbaru rajwa,,,,,,,, silahkan buka yaa,,, click here
Hanya berkehendak. Kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau yang sesat.
Apakah kehendak? Dimana letaknya? Seperti apakah bentuknya? Hanya Allah yang tahu.
Apakah letaknya di otak? Bukan! Karena setelah di cari tidak ditemukan apa yang disebut kehendak. Otak hanyalah penghubung antara kehendak dan tindakan. Setelah kita berkehendak, Allah lah yang menggerakkan kita, bukan kita sendiri. Kita tidak mengatur sinyal listrik di syaraf kita, melainkan Allah. Kita tidak mengatur loncatan neurotransmitter di dalam sinaps, melainkan Allah. Kita tidak tahu cabang syaraf mana dalam otak yang harus dihubung-hubungkan, melainkan Allah. Kita tidak tahu serabut otot mana yang harus kita gerakkan, melainkan Allah. Kita tak dapat mengatur pernapasan kita saat tidur, melainkan Allah. Kita tidak mengatur gerak dalam perut kita, melainkan Allah Kita tak sanggup membuat usus kita menyerap makanan, melainkan Allah. Kita tidak mengatur besar pupil mata kita, melainkan Allah. Kita tak dapat mengatur sendiri transkripsi DNA kita, melainkan Allah. Kita tak mampu menerjemahkan DNA ke RNA, melainkan Allah.
Siapakah yang membuat jantung kita berdegub? Allah.
Siapakah yang membuat lidah kita dapat merasa? Allah.
Siapakah yang membuat kita dapat mengingat? Allah.
Allah, Dia Rabbinnaas. Pemelihara. Pengatur. Penguasa. Tiada tuhan selain Allah.
sesungguhnya jalan itu telah jelas, diterangi cahaya yang amat terang namun tidak menyilaukan mata, hingga jelas apa yang benar dan apa yang salah. Jalan itu pun amat lebar dan luas hingga manusia dapat bebas berjalan diatasnya.
tapi mengapa mata ini tak memandang? seakan ada selaput gelap di hadapannya? hingga berkas-berkas sinar itu terhalang.
Saat nafsu ini mendengar setan terlaknat,
saat itulah mata ini menjadi gelap.
tak melihat mana yang benar mana yang sesat,
jiwa ini memilih dengan kalap.
Saat tak dapat bedakan mana halal, haram, dan syubhat
memilih hal-hal yang mendatangkan mudharat
dan melalaikan terasa nikmat
sadar berdosa pun tak merasa berat
saat itulah neraka menjerat..
Wahai aku..
lekaslah bertobat!
sebelum hati ini beku membatu
sebelum berada di liang lahat
sebelum menyesal di Yaumul Hisab
timbalah ilmu nan manfaat
sebagai bekal ke akhirat
laksanakan amal istiqomah, bulat, dan mantap
laksanakan segala hal yang mendatangkan berkat
- Fikrie280208
rajwa dah bisa berguling, kalau didudukkan kepalanya sudah stabil, bisa cerita dengan bahasanya sendiri, tertawa terkekeh2, menggapai barang didepannya....
hampir setiap selesai sholat kita membaca do'a untuk orang tua kita.
___Ya Allah, ampunilah hamba dan kedua orang tua hamba, dan kasihilah mereka seperti mereka mengasuh aku sewaktu kecil. ___
Aku memperhatikan diriku, bagaimana aku begitu berharap kepada anak yang sedang dikandung istriku, mendoakannya agar sempurna tubuh dan akhlaknya, berdoa agar tetap terjaga imannya, serta selalu melangkah di atas jalan Allah. Dengan demikian aku perhatikan asupan gizinya, termasuk ibunya, pilihkan nama-nama dengan arti yang baik.
Itu ketika anakku masih dalam kandungan, dan yang pasti akan banyak lagi perhatian yang akan kucurahkan untuk anakku sebagai bagian dari pengasuhanku. Dan aku teringat pada do'a kepada ibu dan bapak, dan membayangkan bagaimana mereka begitu memperhatikan aku sejak aku masih dalam kandungan hingga dewasa saat ini.
Dan aku juga teringat, bahwa do'a haruslah selalu dibarengi dengan ikhtiar. Do'a minta dilancarkan rezeki, harus dibarengi dengan usaha mencari rezeki itu sendiri, tidak bisa diam berpangku tangan berharap semuanya serba instan. Demikian pula do'a kepada ibu dan bapak, ketika aku meminta kepada Allah untuk mengasihi orang tuaku, apakah aku sendiri sudah berikhtiar? apakah aku mengasihi mereka sebagaimana mereka mengasuhku sejak kecil?
Benarkah aku sudah berbakti kepada mereka?
udah gabung di group SD Muhammadiyah 2 Pontianak, buat yang merasa alumni, silahkan gabung yaa.... menjalin persaudaraan disini.
Silahkan klik disini untuk mengunjungi
Di tabloid dan media massa lainnya, ada istilah “BERANI” buka-bukaan. Tapi sebenarnya, wanita mana yang lebih berani? Wanita yang tampil buka-bukaan atau wanita yang menutup auratnya?
Coba saja kita bandingkan.
Di masa sekarang, wanita yang tampil buka-bukaan, mengikuti mode populer, akan banyak mendapatkan teman (karena mengikuti budaya populer), cenderung lebih mudah mendapatkan uang karena bidang yang membutuhkan “keterbukaan” lebih banyak dan lebih luas, dan tentu saja cenderung lebih cepat mendapatkan ketenaran.
Sedangkan wanita yang memutuskan untuk menutup auratnya akan banyak mendapatkan tentangan baik dari luar maupun dari dalam dirinya. Bagaimana dengan teman-temannya yang gaul, akankah meninggalkannya? Bagaimana pekerjaannya? bagaimana dengan keluarganya, akankah merestui? belum lagi sindiran-sindiran yang dilemparkan orang. Itu bisa terjadi di Indonesia yang mayoritas Islam.
Bagaimana bila terjadi di negara yang liberal dan Islam menjadi minoritas? tentu seorang yang buka-bukaan bukan lagi dianggap berani, sebaliknya menjadi hal yang wajar. Sedangkan untuk memutuskan memakai jilbab dan menutup aurat sesuai syariat di negara tersebut akan potensial terkena diskriminasi dan pelecehan. belum lagi dicurigai sebagai teroris.
Jadi, Wanita mana yang lebih berani? Dan menutup aurat saja sudah menjadi cara untuk berjihad di jalan Allah.
alamdulillahirabbil'alamin.. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
masih
inget sedikit kajian di tipi kemaren yang membahas tentang Al-Fatihah.
Pada ayat "Alhamdulillahirabbil'alamin" dijelaskan satu persatu makna
kata sampai pada kata Rabb.
Rabb, beberapa artinya antara lain adalah pendidik, pengatur, pemelihara. Ustad di tipi menjelaskan bahwa tidak ada sesuatupun yang lepas dari pengaturan Allah sebagai Rabb, tak terkecuali manusia, namun manusia sering kali pongah dan mengatakan bahwa manusia lah yang mengatur dan memelihara dirinya sendiri. Sungguh suatu perkataan yang amat sombong.
Ustad di tipi itu memberikan penjelasan. kalau kita makan, siapa yang memerintahkan lambung untuk mengeluarkan enzim2 pencernaan? siapa yang memerintahkan usus untuk menyerap nutrisi? siapa yang memerintahkan darah untuk mendistribusikan nutrisi kepada bagian tubuh yang memerlukan? hanya Allah, sedangkan manusia kebanyakan tidak sadar dengan proses yang terjadi dalam tubuhnya.
Begitu pula penyakit, siapa yang memutuskan seorang manusia untuk menjadi sakit? apakah manusia ataukah kuman? atas izin Allah kuman dapat masuk ke tubuh, atas izin Allah pula kuman dapat berkembang biak di dalam tubuh, hingga terjadi sakit. Bila Allah menghendaki maka tidak ada sesuatupun yang dapat mencegah.
Dan apabila kita terserang penyakit, kita akan berusaha menyembuhkan diri dari penyakit tersebut. Kita pergi ke dokter dan meminum obat yang diresepkannya. Lantas, siapakah yang menyembuhkan? hanya Allah! apabila kita minum obat, atas hanya atas izin-Nya obat dapat tertelan, hanya dengan izin-Nya obat dapat hancur, hanya atas izin-Nya obat dapat diserap, hanya atas izin-Nya obat dapat bekerja, dan hanya atas izin-Nya tubuh mengeluarkan sisa obat, karena apabila tidak dikeluarkan obat tersebut akan menumpuk di dalam tubuh sehingga hanya dengan izin-Nya dapat menjadi racun bagi tubuh.
Jadi siapakah yang menyembuhkan? Hanya Allah SWT.
from rfikrie.multiply.com
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |