Kita bisa apa?

Hanya berkehendak.
Kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau yang sesat.

Apakah kehendak?
Dimana letaknya? Seperti apakah bentuknya? Hanya Allah yang tahu.

Apakah letaknya di
otak? Bukan! Karena setelah di cari tidak ditemukan apa yang disebut kehendak.
Otak hanyalah penghubung antara kehendak dan tindakan. Setelah kita
berkehendak, Allah lah yang menggerakkan kita, bukan kita sendiri. Kita tidak
mengatur sinyal listrik di syaraf kita, melainkan Allah. Kita tidak mengatur
loncatan neurotransmitter di dalam sinaps, melainkan Allah. Kita tidak tahu
cabang syaraf mana dalam otak yang harus dihubung-hubungkan, melainkan Allah.
Kita tidak tahu serabut otot mana yang harus kita gerakkan, melainkan Allah.
Kita tak dapat mengatur pernapasan kita saat tidur, melainkan Allah. Kita tidak
mengatur gerak dalam perut kita, melainkan Allah Kita tak sanggup membuat usus
kita menyerap makanan, melainkan Allah. Kita tidak mengatur besar pupil mata
kita, melainkan Allah. Kita tak dapat mengatur sendiri transkripsi DNA kita,
melainkan Allah. Kita tak mampu menerjemahkan DNA ke RNA, melainkan Allah.

 

Siapakah yang
membuat jantung kita berdegub? Allah.

Siapakah yang
membuat lidah kita dapat merasa? Allah.

Siapakah yang
membuat kita dapat mengingat? Allah.

 

Allah, Dia
Rabbinnaas. Pemelihara. Pengatur. Penguasa. Tiada tuhan selain Allah.

Leave a Reply